Rabu, 13 Januari 2010
Diposting oleh theclown

Bali sebagai daerah tujuan wisata

Bali merupakan tempat pariwisata yang terkenal di seluruh manca negara, di Bali banyak tempat objek wisata kerena banyak tempat-tempat yang dikunjungi oleh para wisatawan. Di Bali terkenal akan keindahannya yang membuat para tamu wisatawan menjadi senang dan nyaman akan keindahan tempat objek wisata yang ada di Bali. Sebagai objek dan daya tarik wisatawan maka pusaka budaya juga mempunyai nilai ekonomi wisatawan keberbagai objek dan daya tarik wisata. Pariwisata budaya merupakan aktifitas yang memungkinkan wisatawan untuk mengetahui dan memperoleh pengalaman tentang perbedaan cara hidup orang lain, merefleksikan adat istiadatnya , tradisi religiusnya dan ide intelektual yang terkandung dalam warisan budaya yang belum dikenal.

Salah satu kecenderungan global adalah tumbuhnya kesadaran wisatawan untuk memahami pusaka masa lalu. Wisatawan dapat mengkonsumsi wisata budaya sebagai objek dan daya tarik pariwisata karena faktor estetika, emosi dan nilai sejarah yang dimiliki oleh suatu objek wisata. Wisatawan akan senantiasa tertarik untuk mengetahui bagaimana orang lain dapat hidup dalam lingkungan yang berbeda dari lingkungan mereka sendiri. Semua ini merupakan salah satu motivasi yang mendorong wisatawan untuk berpergian dari satu destinasi ke destinasi yang lain. wisatawan melakukan kontak atau hubungan dengan masyarakat lokal, mengapresiasi adat istiadat, astronomi, musik dan kesenian mereka. Dengan kata lain wisatawan juga tertarik pada pusaka budaya masyarakat yang bersifat fisik maupun non fisik.

Objek daya tarik wisata harus berkualitas secara fisik memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Serta dapat memberikan informasi yang akurat dan menarik bagi wisatawan secara kontinuitas. Kontinuitas dimaksudkan objek dan daya tarik wisata harus dilindungi dan dipelihara kelestarianya sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan baik oleh generasi sekarang maupun yang akan datang. Jumlah pengunjung kesuatu objek wisata harus diperhatikan agar tidak melebihi daya dukung objek bersangkutan. Jumlah pengunjung ataupun kegiatan sampingan yang melebihi daya dukung dikhawatirkan akan berdampak negative terhadap kelestarian objek wisata.

Sebagian besar objek dan daya tarik wisata yang telah berkembang di Bali berupa peninggalan arkeologi (pusaka budaya dan museum). Secara keseluruhan objek dan daya tarik wisata budaya di bali yang mengandung peninggalan arkeologis atau pusaka budaya dan Jumlah objek dan daya tarik wisata yang mengandung peninggalan arkeologis baik budaya maupun alam.

Keberadaan peninggalan arkeologis atau pusaka budaya diBali dapat dikatakan bersifat living monumen, karena pusaka budaya masih difungsikan sampai saat ini diBali terutama sebagai media pemujaan atau benda yang dianggap keramat , sehingga sering ditempatkan dalam areal bangunan suci ( pura ). Daya tarik yang dimaksud antara lain : goa gajah , gunung kawi, pura tirta empul, pura penataran sasih, pura pusering jagat, kebo edan, yeh pulu, pura tegeh koripan/ penulisan, pura kehen, tanah lot, pura alas kedaton, pura taman ayun, dan lain- lain. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Bali memiliki peranan yang sangat besar dalm pemanfaatan dan pelestarian pusaka budaya tersebut. Terutama dikaitkan dengan pengembangan pariwisata budaya bali. Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan objek dan daya tarik wisata pada beberapa pura tersebut dapat bersifat langsung maupun tidak langsung.

Museum Bali juga sebagai objek daya tarik wisata. Museum merupakan tempat untuk menyimpan dan memajang benda-benda seni , etnografi , dan peninggalan dari masa lalu. Museum sebagai objek dan daya tarik wisata dalam pengembangan pariwisata Budaya di kota Denpasar telah mengenali bahwa museum Bali merupakan salah satu objek wisata kota Denpasar yang telah dipasarkan . Adapun fungsi museum yaitu Sebagai sumber Informasi tentang kebudayaan masyarakat pembuat Artefak yang menjadi koleksi museum bersangkutan, sebagai objek tampaknya sangat sesuai dengan kecenderungan Global saat ini yaitu Adanya rasa ingin tahu tentang kebudayaan Manusia masa lalu , Museum juga merefleksikan Identitas Budaya atau Jati diri dari masyarakat . Promosi dan publikasi tentang berbagai koleksi benda-benda budaya yang dimiliki oleh suatu museum dapat dipakai sebagai Media untuk menarik Wisatawan . Peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pengelola museum dan konserfasi terhadap benda-benda koleksi. Museum sangat ditentukan dalam upaya memasarkan museum sebagai objek Wisata.

Keunikan Budaya dan Keindahan Alam Bali merupakan potensi yang sangat penting sebagai daya tarik wisata. Dari awal perkembangan kepariwisataan didaerah ini, budaya merupakan jenis kepariwisataan yang dalam perkembangan dan pengembangannya menggunakan Kebudayaan daerah Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu yang merupakan bagian dari Kebudayaan Nasional sebagai potensi dasar yang dominan. Pariwisata juga menjaga Keajegan dan kelestarian budaya masyarakat Lokal. Fenomena ini pun sesungguhnya tengah dihadapi oleh masyarakat Bali. Kunjungan Wisatawan dalam jumlah yang banyak telah menyebabkan meningkatnya kebutuhan barang-barang seni. sering dipromosikan sebagai suatu event yang menjadi daya tarik wisata. Budaya Bali telah dijadikan komoditas untuk dikonsumsioleh para Wisatawan sehingga menimbulkan kesan Komersialisasi dan mungkin saja terjadi penurunan kualitas Kebudayaan Bali terutamanya Kesenian. Mutu objek dan daya tarik wisata diharapkan meningkat dan tetap lestari serta mempertahankan norma-norma, nilai-nilai kebudayaan agama dari pengaruh negatif.

Pariwisata Budaya Bali yang dikembangkan dibalitampak selaras dengan kecenderungan pariwisata Global. Budaya Bali tampaknya menjadi daya tarik kepariwisataan dibali. Hal ini karena yang berkujung ke bali bertujuan untuk menikmati keunikan budaya, karena keindahan Alam atau panorama yang mempesona dan sisanya mencari hal-hal yang lain. Contohnya seperti ditanah Lot, pantai Kuta,Nusa Dua dan diberbagai tempat wisata yang lainnya. Kepariwisataan yang mencakup objek dan daya tarik wisata ciptaan TUHAN YANG MAHA ESA yang berwujud keadaan Alam serta Flora dan Fauna, serta objek daya tarik wisata hasil karya manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala,peninggalan sejarah, seni budaya, wisata argo, wisata tirta, wisata buru, wisata petualangan alam,taman rekreasi dan taman hiburan. Warisan kebudayaan tradisi dan budaya lokal merupakan potensi yang dapat dikembangkan sebagai objek dan daya tarik wisata. Perkembangan pariwisata pada umumnya, khususnya dibali dapat dilihat didaerah tujuan wisata, seperti Ubud diBali, dimana pendirian museum tumbuh dengan suburnya, namun yang menjadi kekawatiran bahwa minat masyarakat Lokal/Indonesia untuk berkunjung kemuseum masih sangat kurang.

Adapun keamanan objek wisata harus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan , seperti tragedi BOM Bali pada tgl 12 Oktober 2002 yang lalu. Dengan kejadian peristiwa itu kita semua harus meningkatkan sarana dan Fasilitas pariwisata serta objek wisata jika tidak tempat objek wisata dapat saja menjadi sasaran terorisme. Sehubungan dengan hal itu maka keamanan objek wisata harus betul-betul diperhatikan demi untuk kelestarian objek yang bersangkutan, dan terciptanya rasa aman dan nyaman dikalangan Wisatawan yang berkunjung. Keamanan objek wisata merupakan tanggung jawab semua pihak, yaitu Pemerintah, pemilik/pengusaha maupun masyarakat local. Sesuai dengan paradigma pariwisata kerakyatan maka masyarakat lokal juga diharapkan juga peran sertanya dalam pengelolaan dan menjaga keamanan pemerintah seperti TNI-Polri, maka aparat keamanan tradisonal seperti pecalang perlu juga dilibatkan dalam pengmanan objek wisata dan daya tarik wisata, seperti Pura yang ada diBali.

0 komentar:

Posting Komentar